Tugas I
ILMU
HUBUNGAN MASYARAKAT

Oleh :
NAMA : ILHAM SURAHMIN
STAMBUK : C1D1 11 171
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN
ILMU KOMUNIKASI
2012
SEJARAH PERKEMBANGAN
PUBLIC RELATIONS DI DUNIA
Sejarah perkembangan
Public Relations di dunia dibagi dalam beberapa periode berikut ini :
1. PR as non organized
activity periode ( Periode tahun 1700 – 1800 )
Periode
dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi
dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat
rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme
yang melanda dunia.Kegiatan diwarnai dengan acara yang sederhana,
penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya
deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode “Public of
Independence”
2. Periode tahun 1801 –
1865 ( PR as organized activity periode)
Seiring
dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan
dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi dengan baik, hal
ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal,
nasional maupun internasional.Periode ini disebut masa perkembangan aktivitas
PR ( PR of expansion) karena keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang
mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan negara – negara Eropa, Amerika, dan
negara maju lainnya.
3. PR as professional (
Periode tahun 1866 – 1900 )
Pada
masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal
ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa
meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran (internal combustion engine).PR dimanfaatkan
para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut
asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib
rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa the
public to be damned periode (1811 – 1900).2)
4. Public be informed
periode ( Periode tahun 1901 – 1919 )
Aktivitas
Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting
(reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis
dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh
para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah wartawan
untuk membalas perlawanan tersebut dengan mempengaruhi berita yang dimuat di
media massa.
Tercatat
dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus
tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi
krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu
bara dan perusahaan kereta api
Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of PR Handling and Recovery.
Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of
Principles.
5. The Public Relations
and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang )
Pada
tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di
perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini
menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling
menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik.
SEJARAH PERKEMBANGAN
PUBLIC RELATIONS DI INDONESIA
Untuk
melengkapi postingan tentang sejarah perkembangan Public Relations di dunia
sebelumnya, berikut Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia.
Sejarah
perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada
tahun 1950-an. Kala itu berdiri organisasi HUMAS pertama kali di perusahaan
perminyakan negara ( Pertamina). Peranan divisi HUPMAS ( Hubungan Pemerintah
dan Masyarakat ) Pertamina ini sangat penting dalam upaya menjalin hubungan
komunikasi timbal balik dengan pihak klien, relasi bisnis, perusahaan
swasta/BUMN/Asing dan masyarakat.
Kemudian
pada tahun 1954, secara resmi HUMAS diterapkan pada jajaran kepolisian.
Dilanjutkan di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta pada tahun
1970-an.
Jika
dikaitkan dengan state of being, dan sesuai dengan method of communication,
maka istilah Humas dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, jika kegiatan yang
dilakukan oleh Kepala Hubungan Masyarakat itu, hanya mengadakan hubungan dengan
khalayak di luar organisasi, misalnya menyebarkan press release ke massa media,
mengundang wartawan untuk jumpa pers atau wisata pers, maka istilah hubungan
masyarakat tersebut tidaklah tepat apabila dimaksudkan sebagai terjemahan dari
public relations.
Bapak
Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan public relations di Indonesia dalam
4 periode sebagai berikut :
1. Periode 1 ( Tahun
1962 )
Secara
resmi pembentukan HUMAS di Indonesia lahir melalui Presidium Kabinet PM Juanda,
yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk
bagian/divisi HUMAS. Dijelaskan pula garis besar tugas kehumasan dinas
pemerintah adalah : Tugas strategis yaitu ikut serta dalam proses pembuatan
keputusan oleh pimpinan hingga pelaksanaaannya. Dan tugas taktis yaitu
memberikan informasi, motivasi, pelaksanaaan komunikasi timbal balik dua arah
supaya tercipta citra atas lembaga/institusi yang diwakilinya.
2. Periode 2 ( Tahun
1967 – 1971 )
Pada
periode ini terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas). Tata kerja
badan ini antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam
pembangunan, khususnya di bidang penerangan dan kehumasan, serta melakukan
pembinaan dan pengembangan profesi kehumasan.
Tahun
1967, berdiri Koordinasi antar Humas Departemen/ Lembaga Negara yang disingkat
“Bakor” yang secara ex officio dipimpin oleh pimpinan pada setiap departemen.
Tahun
1970- 1971, Bakor diubah menjadi Bako-humas (Badan Koordinasi Kehumasan
Pemerintah ) yang diatur melalui SK Menpen No. 31/Kep/Menpen/tahun 1971. Yang
menjelaskan sebagai institusi formal dalam lingkungan Departemen Penerangan RI.
Bakohumas tersebut beranggotakan Humas departemen, Lembaga Negara serta unit
usaha negara/BUMN. Kerjasama antara Humas departemen/institusi tersebut
menitikberatkan pada pemantapan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam
operasi penerangan dan kehumasan.
3. Periode 3 ( Tahun
1972 – 1993 )
Periode
ini ditandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pada
lembaga swasta umum. Dengan indikator sebagai berikut:
1.
Tanggal 15 desember 1972 didirikannya
Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia ( Perhumas ) sebagai wadah profesi
HUMAS oleh kalangan praktisi swasta dan pemerintah. Seperti wardiman
Djojonegoro ( mantan mendikbud), Marah Joenoes (mantan kahupmas Pertamina), dll
pada
konvensi Nasional HUMAS di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik
Kehumasan Indonesia ( KEKI ). Perhumas juga tercatat sebagai anggota
International Public Relations Association ( IPRA) dan ASEAN Public Relations
Organization (FAPRO).
2.
Tanggal 10 April 1987 di jakarta,
terbentuklan suatu wadah profesi HUMAS lainnya yang disebut dengan Asosiasi
Perusahaan Public Relations ( APPRI ). Tujuannya adalah sebuah wadah profesi
berbentuk organisasi perusahaan – perusahaaan public relations yang independen
(konsultan jasa kehumasan ).
4. Periode 4 ( Tahun
1995 – sekarang )
Periode
ini Public Relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus (
spesialisasi PR/HUMAS bidang industri pelayanan jasa). Dengan indikator sebagai
berikut:
1)
Tanggal 27 November 1995 terbentuk
Himpunan Humas Hotel Berbintang ( H-3). Himpunan ini diperuntukkan sebagai
wadah organisasi profesi HUMAS bidang jasa perhotelan, berkaitan erat dengan
organisasi PHRI ( Perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia).
2)
Tanggal 13 september 1996 diresmikannya
Forum Komunikasi Antar Humas Perbankan ( FORKAMAS) oleh Gubernur BI Soedradjad
Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS ( Public Relations Officer
), baik bank pemerintah ( HIMBARA), swasta ( PERBANAS), dan asing yang
beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia.
3)
Keluarnya SK BAPEPAM No.63/1996, tentang
wajibnya pihak emiten (perusahaan yang go public) di Pasar Bursa Efek Jakarta (
BEJ) dan Bursa Efek Surabaya memiliki lembaga Corporate Secretary.
4)
Berdirinya PRSI ( Pulic Relations
Society of Indonesia ) pada tanggal 11 november 2003 di Jakarta. ini menyerupai
PRSA ( Public Relations Society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang
bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR
Profesional (APR) di Amerika yang diakui secara internasional.
PRSI
atau Masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali dipimpin oleh August
Parengkuan seorang wartawan senior harian Kompas dan mantan ketua
Perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan kesadaran,
kepedulian, kebersamaan, pemberdayaan serta pastisipasi para anggotanya untuk
berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas secara nasional maupun
internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Onong U, Effendy. 1993. Human
Relations dan Public Relationas. manda Maju.
Ruslan Rosady. 1998. Manajemen PR
& Media Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Jefkins, Frank dan Daniel Yadin.
1996. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Kasali, Rhenald. 2005. Manajemen Public Relations. Jakarta:
Grafiti
Moore, Frazier. 2004.
Humas, Membangun Citra dengan Komunikasi. Bandung: Rosda.